Rabu, 16 November 2011

Cobalah Menikmati Musik Yang Anda Benci

Mencinta dan membenci atau apapun namanya..menyukai dan tidak begitu menyukai..atau istilah lain. Merupakan suatu keniscayaan. Wajar-wajar saja manusia menyukai atau tidak menyukai suatu hal. Tapi pernahkah anda mendengar ungkapan “Membenci itu Rugi”?

Benar, membenci sesuatu sampai anda menutup akses sama sekali artinya anda menutup satu peluang yang mestinya bisa anda dapatkan.

Contoh: Anda tidak menyukai dangdut? Sampai anda menutup akses sama sekali terhadap dangdut. Artinya anda telah melewatkan satu karya cipta yang pernah dihasilkan manusia yg bernama dangdut…

Apa ruginya?

1. Anda kehilangan satu moment artistik yang tidak dapat anda temui dari musik lain…

2. Anda kehilangan satu species dari satu ekosistem yang seimbang…

3. Anda kehilangan satu bab berharga dalam ilmu holistik…

Tapi kalu namanya udah nggak suka trus gimana lagi? Cobalah… tidak ada salahnyakan mencoba Kepengen mencoba menikmati musik yang anda benci?

Begini caranya…:

1. Hilangkan dahulu sentiment pribadi anda… (musik norak, musik kampungan, penciptanya bodo, VOKALISNYA MRONGOS...dll).

2. Duduk… Diam… Dengarkan… nikmati musiknya… jangan sambil melakukan hal lain.

3. Sadari bahwa setiap bangsa berbicara dengan bahasanya sendiri… begitu pula musik… pop berbicara dengan “bahasa” pop… dangdut berbicara dengan” bahasa” dangdut… rock berbicara dengan “bahasa” rock… jazz berbicara dengan “bahasa” jazz… klasik berbicara dengan “bahasa” klasik… MAKA… jangan nilai jazz dari standar nilai rock… begitu pula dengan yang lain…

4. Ikhlas menerima apa yang anda dengar…

Artikel ini di ambil dari tulisan tangan mas Arie untuk Fbnya silahkan add di sini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar