Sabtu, 03 Desember 2011

Biografi Ridho Slank

Ridho Slank,Gitaris Slank
Mohammad Ridwan Hafiedz atau terkenal dengan nama Ridho Slank adalah seorang gitaris, vokal pendukung, dan penulis lagu bagi grup musik Slank. Pria kelahiran Ambon, Maluku, 3 September 1973 itu, juga sibuk memimpin sebuah klinik gitar di Jakarta.

Bersama Slank, Ridho telah membuat sembilan album studio dan tiga album live dan satu album kompilasi yang dirilis Mei 2006. Pada 2007, Ridho bersama Ipang dari BIP bersama mengerjakan scoring dan soundtrack film TENTANG CINTA (2007).

Ridho menikah dengan Ony Serojawati pada 25 Agustus 2001. Dari pernikahan ini, dikaruniai tiga orang anak, Marco Maliq Hafiedz, Omar Hakeem Hafiedz dan Stella Aisha Hafiedz

Perasaan senang, bahagia, dan suka, campur aduk di hati Ahmad Ridho "Slank". Bisa dimaklumi, sebab ulang tahunnya ke-31 dirayakan besar-besaran oleh Bunda Iphet dan Manajemen Slank. Tapi acara ini tak bakal membuatnya berubah.

Menurut Ridho, kehadiran anak-lah yang membuat mentalnya berubah. Dia mengaku jadi penakut. "Dulu saya paling maniak terbang. Tapi sekarang jadi takut," ungkap suami Ony Serojawati.

Sedangkan soal rencananya ke depan, Ridho ingin membuat buku. "Buku yang bisa dipake untuk pegangan anak muda yang tertarik pada musik," jelas pemetik gitar Slank. Sayangnya, tambah dia, keinginan itu kalah cepat dengan Bunda Iphet.

Yah, Bunda Iphet yang juga manajer Slank memang baru meluncurkan buku setebal 157 halaman berjudul "Bundaku Sayang". Buku itu adalah kumpulan artikel yang ditulis Bunda Iphet di koran Slank.

Referensi : http://zikrul74.blogspot.com/2008/07/ridho-biografi.html

Jumat, 02 Desember 2011

Biografi Andra Ramadhan

Andra Ramadhan,Andra and The BackboneAndra Junaidi dilahirkan sebagai anak bungsu dari enam bersaudara hasil pernikahan pasangan A. Ramadhan dan S.M. Fadilah pada tanggal 17 Juni 1972. Andra mengaku terlambat kenal musik, karena nanti SMP lewat ekskul musiklah baru ia mulai tertarik pada musik. Pertama ia bermimpi untuk menjadi seorang drummer terkenal, tapi karena masalah biaya dan setelah melihat temannya asyik memetik gitar, hobinya pun berganti. Bermodal gitar pinjaman, ia mulai belajar gitar, dan memang karena bakat, kemampuan dan teknik permainannya berkembang sangat pesat.

Di SMPN 6 inilah, Andra bertemu dengan Dhani, Wawan, dan Erwin kemudian mereka sepakat untuk membentuk band dengan nama Dewa. Aliran rock yang pertama mereka geluti akhirnya pindah ke jazz akibat pengaruh Erwin.

Masalah kemudian bergelayut pada kehidupan Andra yaitu ketika ia harus memilih antara karirnya sebagai pemusik atau meneruskan kuliahnya di jurusan desain interior. Dengan pertimbangan yang matang, akhirnya Andra memilih untuk terus meniti karir di dunia musik, tapi bukan berarti langkahnya tetap mulus, karena kedua orang tuanya tidak setuju kalau Andra harus melepaskan bangku kuliahnya. Layaknya orang tua biasa, mereka ingin melihat Andra meraih gelar sarjana seperti kelima kakaknya yang sudah selesai.

Tapi akhirnya kedua orang tuanya mau mengerti dan memang terbukti pilihan Andra tepat. Setelah melepaskan kuliahnya, konsentrasinya ke Dewa 19 membuat kreativitasnya lebih tergali. Kontribusi Andra terhadap komposisi lagu Dewa 19 tak bisa dipungkiri. Dan setelah itu Andra membentuk band barunya "Andra And The Backbone" sebuah band  yang bisa ia jadikan pintu untuk meengeluarkan semua imajinasi yang tidak keluar bersama Dewa, sekaligus membuat solo album untuk melengkapi kepuasan karirnya.

Andra yang termasuk 'Nice Boy' karena tidak merokok, minum minuman keras, atau kecanduan obat berasumsi bahwa Dewa 19 tidak bisa dikatakan band yang terbaik di Indonesia. Masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, tuturnya. Memang sifat rendah hati dan sabarya ini membuat ia disenangi banyak orang.

Favorit :
  • Band Legenda Favorit : Led Zeppelin, The Police, Duran Duran, U2, Rush
  • Band Sekarang Favorit : Simak Dialog, Garbage, Weezer
  • Keyboardis Favorit : Indra Lesmana
  • Gitaris Favorit : Dave Navarro, Scott Henderson, Pat Metheny
  • Bassis Favorit : Flea, Jeff Berlin
  • Drummer Favorit : Jeff Porcaro, Abe Laboriel
  • Vokalis Cewek Favorit : Alanis Morisette
  • Vokalis Cowok Favorit : Bono, B Corean
  • Film Favorit : Toy Story, Heat, The Hand That Rock The Craddle
  • Serial TV Favorit : Coach, Bart Simpsons, X-Files
  • Aktor/Aktris Favorit : Robert De Niro, Joe Pesci, Tsui Hark
  • Model Favorit : Nadya Hutagalung, Cara Croft
  • Tempat Santai Favorit : PI Mall, Kamar, Bioskop
  • Mobil Gacoan : Opel Blazer

Biografi John Paul Ivan (Gitaris Boomerang)

John Paul Ivan,Ivan Boomerang,Gitaris Boomerang

Nama Asli : Johannes Paul Ivan
Tempat/Tgl Lahir : Surabaya, 3 Januari 1971
Gaya Permainan : Rock
Group Band Sebelumnya : Big Panzer, Lost Angels, Boomerang
Pengaruh musikal : Jimmy Page, Jimi Hendrix, Joe Satriani, Kiss
Gitar Yang Digunakan : Gibson Les Paul

Sejak SMP Ivan sudah bisa bermain gitar. Ia sering melihat permainan gitar Lucky (nantinya gitaris Power Metal). Gitar pertamanya adalah merk Yamaha yang dibeli dengan harga Rp. 100.000 dimasa itu. Semenjak saat itu ia terus bermain gitar dan berniat untuk menjadi seorang gitaris rock.

Ivan pun membentuk band bersama Henry yang bernama Radd. Kemudian Ivan sempat bergabung dengan beberapa band Surabaya seperti Buldozer. Kemudian bersama Big Panzer sempat merilis 2 single dalam album INDONESIAN ROCK & METAL produksi Harpa Records tahun 1990.

Pada tahun 1991, Ivan kembali lagi bertemu dengan Henry di group LOST ANGELS yang merupakan cikal bakal BOOMERANG. Demi memperoleh kontrak rekaman, ia bersama bandnya mengikuti Festival Rock Log Zhelebour pada tahun 1993. Penampilan ia dan rekan-rekan berhasil memancing perhatian sang produser Log Zhelebour pemilik label Loggis Records. Akhirnya Boomerang mendapatkan kontrak.

Bersama Boomerang telah merilis album-album berikut : Boomerang (1994), Kontaminasi Otak 1995, Disharmoni (1996), Segi Tiga (1998), Hard and Heavy (1999), X'travaganza (2000), Terapi Visi dan album baru di tahun 2005 Urbanoustic. Kini ia telah menjadi salah satu gitaris rock yang terpandang di Indonesia. Ciri khasnya adalah rambut kriting, gondrong, liar dipanggung, dan menenteng Gibson Les Paul. Menurutnya dalam bermain gitar ia selalu mencoba memahami bagaimana cara Jimi Hendrix bermain gitar yang menurutnya merupakan satu dari sedikit gitaris yang bisa bermain di luar kepala. Meski terkadang ia tidak sadar bahwa permainannya di lagu-lagu tertentu terinvasi pengaruh dari gitaris-gitaris idolanya. Hal itu diakui oleh Ivan sendiri.

Selain aktif bersama Boomerang, ia juga ikut membantu pembuatan album band-band lain seperti Sngkenken (grup hard core dari Surabaya), dan Black Forest (band alternatif ska). Dalam memilih gitar, ia juga termasuk gitaris yang maniak menggunakan Gibson Les Paul. Namun ia juga pernah dikontrak oleh Fender sebagai artis yang tampil dalam acara perayaan 50 tahun Fender Stratocaster di beberapa kota besar di Indonesia bersama gitaris-gitaris lainnya seperti Tjahyo Wisanggeni, Andry Franzy, Rama Satria, dll. Di acara itu ia menggunakan sebuah gitar Fender. Ia juga tampil dengan penampilan baru rambut re-bondingnya yang menurutnya membuat ia makin muda kembali.

Namun selain itu ia juga tampil cukup lain dalam album terbaru Boomerang. Ia yang dulu menginginkan musik Boomerang lebih keras lagi, kini malah menampilkan lagu-lagu yang lebih ballad dari sebelumnya. Mungkin hal itulah yang menjadi salah satu penyebab ia untuk memutuskan hengkang dari Boomerang.

Ayah satu anak ini mulai belajar gitar sejak umur 15 tahun kala duduk di kelas III SMP di sekolah musik JVC Surabaya. Awalnya, yang dipelajari adalah gitar klasik. Setengah tahun kemudian, ia memutuskan untuk memperdalam gitar elektrik. ''Band yang saya sukai pertama kali adalah Kiss. Saya mengenalnya dari Lucky, gitaris Power Metal yang kebetulan teman satu kelas,'' kata musisi yang menyukai musik Rock & Blues.

Proses belajar itu terus dikembangkan di SMA dengan cara mengambil pelajaran ekstra kurikuler musik. Di bangku kelas III (bersama teman-teman sekolahnya) ia membentuk grup band bernama RADD yang kerap membawakan lagu-lagu Kiss. Lulus sekolah, Ivan menjatuhkan pilihan pada musik sebagai jalan hidupnya dengan membentuk Lost Angel, cikal bakal Boomerang.

Ivan terbilang gitaris yang suka sekali berimprovisasi. Kala masih sering membawakan lagu-lagu grup lain, misalnya, ia sama sekali tidak mau mencontek begitu saja. Tetapi terlebih dahulu ia akan mengolahnya menjadi bentuk yang lain. Ia mengaku, dengan cara ini merasa enak karena bisa memainkannya dengan hati sendiri. Keuntungan lain, ia dengan cepat mampu mengembangkan tekniknya sendiri.

Jimi Hendrix adalah musisi yang sangat mempengaruhi permainan laki-laki yang mempunyai hobi travelling ini. ''Saya suka lagu Purple Haze,'' ujar Ivan. Tetapi kala memainkan lagu ini atau lagu-lagu Jimi Hendrix lainnya, Ivan tidak pernah meniru persis teknik permainan Jimi. Tetapi, "Semangatnya yang aku ambil."

Selain Jimi Hendrix, Ivan menyebut nama Joe Satriani. Sebagai pengagum, ia sangat menyukai lagu-lagu Joe Satriani. Tetapi, jarang sekali memainkan lagu-lagu Joe. ''Aku terpengaruh oleh nuansa lagunya,'' ungkap suami Maurren ini. Jangan heran jika nuansa musik Joe (tanpa disadari) hampir selalu muncul dalam lagu-lagu Boomerang, seperti lagu Debu Sahabatku pada album X'Travaganza. ''Ya, muncul dengan sendiri saat membikin lagu,'' ujar Ivan berkilah.

Kehadirannya di Boomerang memang vital. Selain permainan musiknya yang cukup berpengaruh, gaya manejemennya cukup membantu band secara keseluruhan.

Lirik dan Kunci Gitar I am With You (Avril Lavigne)

iam with you avril lavigne,lirik dan kunci gitar iam with you avril lavigne
I AM WITH YOU - AVRIL LAVIGNE

Lirik dan Kunci gitar saya tuliskan agar memudahkan anda dalam memainkan lagu-lagu Avril.







Intro : A Bm D

F#m                              D
I’m standing on the bridge, I’m waiting in the dark,
   F#m                            D
I thought that you’d be here, by now.
        F#m                       D
There’s nothing but the rain, no pictures in the dark,
    F#m                       D
I’m listening but there’s no sound.
E                      D
Isn’t anyone tryin to find me,
E                           D
Won’t somebody come take me home

CHORUS:
A           Bm     D
It’s a damn cold night,
                A    Bm   D
Tryin to figure out this life,
           A             Bm             D
Won’t you take me by the hand, take me somewhere new,
         F#m          E       D
I don’t know who you are, but I,
         F#m     D
I’m with you
         F#m     D
I’m with you       umm

    F#m                    D
I’m lookin for a place, I’m searching for a face,
        F#m              D
Is there anybody here I know.
      F#m                        D
Cause nothing’s goin’ right, and everythings a mess,
   F#m                   D
And no one likes to be alone
E                      D
Isn’t anyone tryin to find me,
E                          D
Won’t someone come take me home

Chorus

    E                     D
Oh, why is everything so confusing,
E                        D
Maybe I’m just out of my mind
E
Yeah-ee-yeah, yeah-ee-yeah
D
Yeah-ee-yeah, Yeah-ee-yeah
F#m          E
Yeah

Chorus

End ….
         F#m     D
I’m with you
         F#m     D
I’m with you
      A
I’m with you

Kamis, 01 Desember 2011

Jason Becker (Dewa Gitar Yang Tak Di Restui Tuhan)

Jason Becker,Dewa Gitar

Nama Lengkap : Jason Becker
Situs Resmi : JasonBecker.com
Band Sebelumnya : David Lee Roth dan Cacophony
Gitar : Hurricane dan Carvin.
Tempat/Tgl Lahir : 22 July
Pengaruh : W.A. Mozart, Marty Friedman, Eddie Van Halen, Bob Dylan, Andreas Segovia dan Niccolo Paganini.
Keahlian : Classical, Sweep Arpeggio, Japanese Scale, Blues, Whammy Bar, dll.

Jason Becker adalah seorang anak ajaib yang mampu menguasai permainan gitar dengan sangat baik dalam waktu yang pendek (4 tahun) dan pada umur yang muda sekali: 16 tahun (1987). Jika Anda mendengar hasil karya besar Jason, Anda akan merasakan seolah-olah Mozart dan Bach hidup kembali dengan usia muda tersebut. Jason dapat dengan mudah menciptakan komposisi klasik yang sangat rumit (lebih rumit daripada karya Yngwie atau gitaris lainnya) dan memainkannya dengan sangat cepat dan bersih baik di electric guitar maupun gitar klasik (gitar bolong). Dari sekian banyak gitaris shredder, Jason Becker-lah yang terbaik dalam komposisi klasiknya.

Sayang sekali Tuhan tidak mengizinkan Jason bermain gitar lebih lama lagi, Jason harus kehilangan seluruh kemampuannya pada usia 19 tahun (1990) berhubung terjangkit penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis atau Lou Gehrig) yang menyebabkan Jason lumpuh total. Organ tubuh Jason mati tahun demi tahun, sampai kini Jason hanya sanggup menggerakkan matanya. Padahal beberapa tahun sebelumnya Jason masih mampu mengerakkan jari kirinya dan menulis lagu melalui komputer dan menghasilkan album "Perspective".

Rencananya Jason akan menulis lagu lagi dengan menggunakan teknologi komputer Macintosh, di mana Jason dapat menggerakkan mouse komputer dengan gerakan matanya. Mungkin inilah sejarahnya di mana seorang gitaris dapat menulis lagu dengan gerakan matanya. Dapat Anda bayangkan betapa berbakatnya Jason dan betapa tingginya semangat Jason dalam menulis karya musiknya!

Dari awal karirnya sampai saat ini keluarga Jason bukanlah dari keluarga yang mampu, sehingga sang ayah harus melukis dan menjual karya lukisannya untuk menanggung biaya perawatan Jason. Bagi Anda yang gemar akan permainan Jason, dapat menyumbangkan dana di JasonBecker.com.

Sejak Jason kecil, ayahnya adalah seorang penggemar Bob Dylan yang sangat mempengaruhi musik Jason. Ayah Jason dan paman Jason juga seorang pemain gitar klasik yang baik, sehingga Jason menguasai permainan klasik Segovia. Jason selalu bermain musik klasik, Jason memiliki buku 24 Caprice Niccolo Paganini dan selalu menggunakannya sebagai latihan.

Jason menerima acoustic/electric guitar Takamine pertama dari ayahnya pada usia 12 tahun, tampil untuk sekolah dia dan sekolah lainnya. Pada usia 13 tahun, guru sekolah Jason sangat kagum dengan permainan dan bakat Jason, kemudian memintanya untuk mempimpin sebuah Jazz Ensemble.

Tepat pada usia 14 tahun Jason menghabis semua waktunya untuk berlatih dan meramu komposisi musik dia sendiri. Waktu itu Jason juga sempat belajar teknik arpeggio yang dalam dengan Dave Creamer.

Pada usia 16 tahun, permainan dan teknik Jason telah mencapai tingkat yang sangat tinggi. Akhirnya Jason mencoba mengirim demo rekaman 45 menitnya ke produser Mike Varney (bos Shrapnel Records. Jason memainkan 2 karya Niccolo Paganini (klasik) dan 2 lagu blues. Sebagian besar dari rekaman tersebut hanyalah improvisasi di chord yang sederhana, tetapi Jason memainkan teknik counterpoint dengan menggunakan volume gitarnya. Menurut Jason teknik ini adalah ide yang konyol, tetapi justru Mike Varney menganggap itu adalah ide yang cemerlang.

Tidak lama setelah Mike Varney menemukan Marty Friedman di bar, Jason disuruh menghubungi Marty. Akhirnya Jason datang ke rumah Marty di San Fransisco dan bermain (nge-jam) setiap harinya. Mereka sangat banyak memainkan blues dan selalu memainkan harmoni yang manyatukan musik mereka berdua. Marty & Jason saling belajar satu sama lainnya.

Pada tahun itu juga Marty Friedman dan Jason Becker membentuk group band pertama mereka: "Cacophony" yang mengegerkan dunia gitaris shredder. Album pertama mereka adalah "Speed Metal Symphony" dan album keduanya adalah "Go Off!". Anda dapat melihat betapa hebat kemampuan mereka memadukan kedua warna musik yang mereka miliki, Marty dan Jason masih dapat saling mengiringi dan menjaga harmoni permainannya dalam kecepatan yang tinggi. Cacophony sendiri banyak membuat konser terutama di negara Jepang, Jason bahkan sempat mendemonstrasikan permainan dalam lagu "Eruption" (Van Halen) yang cukup sulit dengan menggunakan 1 tangan kiri dan tangan lainnya sambil memainkan yoyo!

Marty dan Jason memang kompak, sebelum album "Go Off!" diluncurkan, mereka juga merelease sepasang album solo: Jason Becker dengan solo album "Perpetual Burn" dan Marty dengan solo album "Dragon's Kiss". Setelah menyelesaikan tour "Go Off!", Marty dan Jason memutuskan untuk solo karir dan mencari band yang mangangkat nama mereka. Ketika "David Lee Roth" (ex-Van Halen) memilih gitaris barunya, Jason memainkan sekian banyak lagu Van Halen dengan gaya dia sendiri seperti Hot For Teacher, Yankee Rose dan Skycraper (rekaman dapat didenger di website resmi JasonBacker.com).

Akhirnya Marty berhasil terpilih sebagai gitaris group band thrash yang bergengsi: "Megadeth" dan Jason sendiri berhasil terpilih sebagai gitaris "David Lee Roth" (ex-Van Halen) menggantikan posisi gitaris besar: Steve Vai dan Eddie Van Halen. Mulai sejak itu nama Marty dan Jason menjadi besar, berbagai majalah gitar terkemuka di USA seperti Guitar World, Guitar Practising Musician, Guitar Player dan lainnya memuji kemampuan bermain mereka.

Bersama David Lee Roth, Jason mengisi seluruh gitar utama di album "A Little Ain't Enough". Jason semakin menjadi sorotan di dunia gitar dan mulai tour bersama group bandnya David Lee Roth. Pada saat berusia 19 tahun, Jason merekam lagu blues Bob Dylan "Meet Me In The Morning", tiba-tiba Jason merasakan tangan kanannya semakin melemah dan nyaris tidak dapat digerakkan. Akhirnya lagu blues ini dimainkan dengan whammy barnya tanpa menggunakan vibrato bending sama sekali.

Lemahnya tangan kanan Jason bahkan menyebabkan dia tidak dapat meneruskan tour bersama group bandnya David Lee Roth. Tidak disangkanya setelah dicheck, Jason terkena penyakit lumpuh ALS yang menyebabkan semua urat syaraf Jason berhenti berfungsi. Selama 6 tahun lebih Jason lumpuh sehingga tidak dapat memainkan gitarnya lagi, hanya jari kirinya yang dapat digerakkan. Jason tidak dapat berjalan, makan maupun berbicara.

Ternyata keajaiban Tuhan hadir, Jason yang sudah hampir lumpuh total tersebut berhasil menulis lagu berkat tangan kirinya yang masih dapat menggerakkan mouse komputer. Itu berarti Jason menulis lagu dengan pikirannya tanpa menyentuh gitar kesayangannya! Tak lama kemudian Jason mengeluarkan album solonya yang kedua berjudul "Perspective". Berhubung Jason sendiri tidak dapat memainkan gitarnya di album "Perspective" ini, maka permainan gitar Jason diganti oleh gitaris country rock yang cukup terkenal bernama "Michael Lee Firkins" dibantu oleh teman-teman lainnya.

Walaupun pada album ini Jason hanya menulis dengan pikirannya bukan berarti hasil karyanya tidak berkualitas lagi. Anda bisa simak sendiri karya Jason yang sangat rumit di album ini dengan judul "Seranna" dan "End Of The Beginning". Setiap lagunya mencerminkan semangat (innerfire) Jason Becker untuk hidup/sembuh kembali. Dengan tegasnya Jason menuliskan di cover album keduanya "Perspective", bahwa penyakit ALS hanya dapat melumpuhkan organ tubuh dan suaranya tetapi tidak dapat melumpuhkan pikiran dan musiknya.

Tahun demi tahun telah berlalu, penyakit Jason semakin parah dan kini Jason hanya dapat menggerakkan bola matanya. Jason masih belum putus asa, ayah Jason memutuskan untuk menggunakan teknologi komputer Macintosh yang didesign khusus untuk orang cacat. Dengan menggunakan perangkat Macintosh ini, Jason dapat menggerakkan mouse komputer dengan gerakan matanya! Direncanakan album ketiganya akan ditulis dengan gerakan mata Jason.

Dapat Anda bayangkan betapa tingginya semangat Jason memperjuangkan musiknya. Banyak sekali gitaris terkenal seperti Eddie Van Halen, Marty Friedman, Paul Gilbert, Vinnie Moore, dll yang salut terhadap perjuangan Jason dan mengunjungi rumahnya. Akhirnya salah fans Jason mengajukan ide kepada Amy Becker (kakak ipar Jason) untuk membuat sebuah album tribute untuk Jason Becker. Ide ini ternyata berjalan dengan baik, keluarga Jason menghubungi perusahaan-perusahaan rekaman yang bersedia men-sponsorin rekaman ini dan gitaris-gitaris yang bersedia membantu project album tribute ini.

Dalam waktu 3 bulan, perusahaan rekaman ""Lion Music" menyetujuinya. Marty Friedman sebagai sahabat dan pasangan Jason dalam group band Cacophony menjadi gitaris pertama yang menyetujui ide album tribute ini.

Ternyata hasilnya di luar dugaan, artis-artis terkenal berikut ini bersedia membantu rekaman tribute ini secara sukarela: Eddie Van Halen, Marty Friedman, Paul Gilbert (Mr.Big), Vinnie Moore, Kee Marcello (ex-Europe), Joe Lynn Turner (ex-Deep Purple), Neil Zaza, Anders Johansson (ex-Yngwie Malmsteen), Chris Poland (ex-Megadeth), Jeff Watson (ex-Night Ranger), Stephen Ross, James Byrd, Matt Bissonette, Mark Boals, Ron Thal, Joy Basu, Alex Masi, Lars Eric Mattsson, James Kottak, Ron Keel, Ted Poley, Stevie Salas, Jeff Pilson, ,Phantom Blue, dll.

Album tribute ini telah selesai dan akan diluncurkan pada hari ulang tahun Jason tgl 22 July 2001 ini. Album ini dapat diorder di website: ""Lion Music" dan video pembuatan album ini dapat ditonton di http://www.angelfire.com/hi4/overandover/Jason.html

Semua keuntungan yang diperoleh dari album tribute ini akan disumbangkan kepada keluarga Jason untuk biaya pengobatannya. Jason Becker memang sebuah legenda gitaris dan inspirasi murni untuk semua gitaris! salam \m/.

Gitaris Harus Punya Karakter (Jadi Diri Sendiri)

Menjadi seorang gitaris sejati seharusnya punya sebuah karakter (jati diri) yang kokoh. Kenapa jadi diri sendiri itu sangatlah penting?, karena sebagai mahluk sosial orang mengenal sesamanya dengan melihat muka (biasanya) tapi akan lebih jelas jika orang tersebut memiliki karakter/kepribadian yang kuat bukan. Jadi, orang akan lebih cepat mengenal siapa anda. 

Karakter dalam pakaian misalnya, anda pasti setuju kalau saya bilang Slash adalah gitaris yang mempunyai karakter yang kuat. Dengan topi ala magician, rambut keriting menutupi muka dan cara dia mengenakan sabuk gitar yang panjangnya sampai lutut, gitarnya itu-itu saja dll. Dengan karakternya Slash bisa muncul dan lebih bersinar dari para kompetitornya berkat karakternya yang kuat, mungkin soal skill masih banyak yang lebih wah, tapi karakter yang kuat adalah hal yang tidak di miliki semua orang.

Karakter permainan, sound, penjiwaan dan masih banyak lagi kategori karakter yang dapat menjadikan seorang gitaris tampil beda dengan lainnya. Yngwie J Malmsteen, Paul Gilbert, Kirk Hammett, Joe Satriani, John Petrucci dan beberapa nama-nama gitaris dunia memiliki karakter permainannya sendiri seperti Yngwie dengan arpegionya dan Paul Gilbert dengan string skippingnya. 

Pelajarilah semua yang mungkin anda bisa pelajari tapi jangan sampai dengan varian teknik yang anda kuasai anda jadi terlihat tidak memiliki karakter. Contohnya Andy James, dia adalah gitaris yang hampir bisa menirukan semua lik dan gaya main gitaris lain. Ironisnya kita malah bingung dan karakter Andy James itu serasa berkurang atau tidak ada sama sekali jika saja kita tidak melihat wajah sang playernya. Sekali lagi saya tidak menganjurkan anda menjadi orang lain walaupun itu adalah idola anda, karena anda lebih berharga jika anda muncul sebagai diri anda sendiri.
 
Anda pasti mengenal Slash dengan pakaian seperti itu tapi jika saja Slash tiba-tiba memutuskan untuk meniru berpenampilan seperti Kirk Hammett karena alasan idola anda pasti tidak akan mengira bahwa itu adalah Slash yang telah lama kita kenal.

Sekian dari saya semoga tulisan saya yang tidak tau arah dan asalnya ini bisa membuka mata anda bahwa anda lebih berharga dan anda tidak kalah penting dengan mereka. salam \m/.

Lirik dan Kunci Gitar When You're Gone (Avril Lavigne)

Lirik Avril Lavigne,Kunci Gitar Avril,When You're goneAvril Lavigne - When You're Gone

Lirik dan kunci gitar saya tulis untuk memudahkan anda dalam memainkan lagu ini dengan mudah dan benar.





Intro: C – Em – C – Em – C – Em – D

   G                   D/F#          Em
I always needed time on my own

                      C                                   D   Dsus4 – D
I never thought I'd need you there when I cry

             G                 D/F#                Em
And the days feel like years when I'm alone

                                  C
And the bed where you lie

                             D     Dsus4 – D
Is made up on your side

              Am7
(*) When you walk away

                  G/B
I count the steps that you take

            C                                           D
Do you see how much I need you right now?

Chorus 1:
                   C
When you're gone
      Em               D                    
The pieces of my heart are missing you

                   C
When you're gone

      Em                 D
The face I came to know is missing too

                   Am7
When you're gone

                  C                    G                    D/F#          C
The words I need to hear to always get me through the day

                     D
And make it OK

             C – Em – C – Em – C – Em – D
I miss you

  G                 D/F#   Em
I never felt this way before

                         C
Everything that I do

                       D    Dsus – D
Reminds me of you

            G                D/F#
And the clothes you left

                       Em
They lie on the floor

                                   C
And they smell just like you

                                     D  Dsus – D
I love the things that you do

Back to: (*)
Chorus 2:
                   C
When you're gone

      Em               D                    
The pieces of my heart are missing you

                    C
When you're gone

      Em                 D
The face I came to know is missing too

                   Am7
When you're gone

                  C                    G                    D/F#          C
The words I need to hear to always get me through the day

                      D
And make it OK

          Bm 
I miss you

                                   C
We were made for each other

                   G
Out here forever

               D
I know we were

B7
Yeah, yeah

  Em
I know I ever wanted was for you to know

C
Everything I do I give my heart and soul

A/C#                                                              D
I can hardly breathe I need to feel you here with me
Yeah...

Back to: Chorus 1